Pilihan EditorPanduan Hidup
📢 Berita Pendatang Baru: "Perang Sampah" - Mudah tapi Tidak Mudah!
G
Gina4 hari lalu
Saat pertama kali tiba di Taiwan, berapa banyak dari kita yang bingung mendengar musik klasik bergema di jalanan, tidak melihat truk es krim, tetapi hanya melihat orang-orang bergegas keluar dengan tas berbagai ukuran?
Agar tidak "sumbang" dalam simfoni ini, berikut adalah panduan tiga langkah yang perlu diingat segera:
1. Pilah sebelum membuang! ♻️
Jangan memasukkan semuanya ke dalam satu kantong. Sampah di Taiwan dibagi menjadi tiga "rumah tangga" yang berbeda:
(*) Sampah Daur Ulang (資源垃圾 /Zīyuán lèsè/): Kertas, plastik, kaca, logam, baterai, elektronik...
(*) Sampah Dapur (廚餘 /Chú yú/): Dibagi menjadi dua sub-kategori: matang (sisa makanan, daging olahan) dan mentah (kulit buah, sisa sayuran)
(*) Sampah Umum (一般垃圾 /Yībān lèsè/): Barang sisa yang tidak termasuk dalam dua kategori di atas.
2. Identifikasi "Truk Kuning - Truk Putih" 🚛
(*) Truk Kuning: Ini adalah kendaraan utama yang bertanggung jawab mengumpulkan sampah umum. Ketika Anda mendengar "Für Elise" yang agung dari Beethoven, saat itulah Anda harus "bergerak".
(*) Truk Putih: Biasanya mengikuti truk kuning pada tanggal yang ditentukan untuk mengumpulkan barang daur ulang.
(*) Tips: Jika Anda ketinggalan truk putih, Anda dapat memberikan barang daur ulang Anda kepada para bibi dan paman di komunitas yang mengumpulkan bahan bekas secara gratis (mirip dengan "ve chai" di Vietnam).
3. "Zona Terlarang" yang harus dihindari, agar tidak didenda 💸
- Sampah Besar (meja, kursi, tempat tidur, lemari...): Jangan pernah membuangnya ke jalanan sendiri! Anda harus menelepon Biro Perlindungan Lingkungan atau perusahaan pembuangan sampah agar mereka mengambilnya.
- Denda Besar: Jangan diam-diam membuang sampah di tempat yang tidak pantas atau sembarangan membuang puntung rokok. Denda bisa mencapai NT$6.000 (lebih dari 4 juta VND) – jumlah yang cukup besar untuk dompet Anda.
💡 Tips untuk pendatang baru:
Tanyakan kepada pemilik rumah, pengelola gedung, atau tetangga tentang waktu dan lokasi pengumpulan yang spesifik.
Jika di rumah ada lansia, orang sakit, atau orang yang tinggal sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan dari sukarelawan untuk mengangkut sampah.
Membuang sampah juga merupakan kesempatan yang baik untuk menyapa tetangga.
Mari kita bekerja sama untuk membangun komunitas pendatang baru yang beradab, hijau, bersih, dan indah.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
1 orang bereaksi