Skip to main content
RtiTalk
BudayaMasuk

Datang ke Taiwan untuk Kuliah, Bagaimana Cara Menjadi Akrab dengan Teman Sekelas? Sosialisasi Kampus di Grup LINE, Klub, dan Laporan Kelompok

G
Gina23 hari lalu
Saat pertama kali masuk universitas di Taiwan, banyak mahasiswa internasional menyadari bahwa tantangan sebenarnya terkadang bukanlah mengikuti kelas, melainkan bagaimana cara menjadi lebih akrab dengan teman sekelas sepulang sekolah. Anda mungkin mengerti apa yang dikatakan dosen di kelas dan dapat membaca buku teks bahasa Mandarin, tetapi ketika sampai pada obrolan dengan teman sekelas, grup LINE, laporan kelompok, atau kegiatan klub, Anda tiba-tiba merasa seperti pemula lagi. Semua orang berbicara dengan cepat, balasan singkat, dan terkadang muncul bahasa gaul dan meme internet yang tidak diajarkan di buku teks. Ini tidak berarti kemampuan bahasa Mandarin Anda buruk. Kehidupan universitas di Taiwan memiliki ritme sosialnya sendiri. Ini tidak hanya bergantung pada bahasa tetapi juga pada grup, klub, pembagian tugas dalam laporan, cerita Instagram, dan banyak pemahaman yang tidak terucapkan. Di Taiwan, mahasiswa sering menggunakan LINE untuk menangani berbagai aspek kehidupan mereka. Pemberitahuan kelas, tugas kelompok, kegiatan klub, mengatur makan, perubahan jadwal mendadak – banyak dari ini dilakukan dalam grup LINE. Bagi mahasiswa internasional, bergabung dengan grup ini sangat penting karena banyak informasi mungkin tidak akan diumumkan secara resmi lagi dan mengalir dengan cepat di dalam grup. Kadang-kadang, pesan dalam grup ini tampak sangat singkat, seperti "Saya akan mulai mengedit bersama", "Saya akan ambil halaman ini", "Saya akan tambahkan nanti", "Bisakah Anda memeriksanya untuk saya?", atau "Maaf, saya baru saja melihatnya." Di balik kalimat-kalimat ini sebenarnya adalah cara kolaborasi umum mahasiswa Taiwan. Mereka biasanya tidak menugaskan pekerjaan dengan nada yang keras sejak awal tetapi berkoordinasi dengan cara yang lebih sopan dan tidak langsung. Namun, kesopanan tidak berarti tidak ada tekanan. Selama laporan kelompok, jika Anda terus-menerus tidak membalas pesan, tidak mengkonfirmasi pembagian tugas, atau tiba-tiba muncul mendekati tenggat waktu, teman sekelas mungkin tidak akan memarahi Anda di tempat, tetapi suasana grup akan menjadi canggung. Bagi mahasiswa Taiwan, "adanya respons" itu penting. Bahkan jika Anda belum selesai, Anda bisa berkata, "Maaf, saya akan menyelesaikannya malam ini," atau "Bagian ini mungkin memerlukan bantuan teman untuk memeriksa bahasa Mandarinnya." Dengan begitu, semua orang tahu Anda mengikuti perkembangan dan tidak menghilang. Selain LINE, Instagram juga merupakan bagian dari cara mahasiswa Taiwan menjaga hubungan. Banyak teman sekelas saling mengikuti di IG, membalas Story, berbagi meme, dan menandai foto kegiatan. Anda mungkin merasa aneh: "Kita tidak banyak mengobrol di dunia nyata, mengapa mereka membalas Story saya?" Sebenarnya, ini adalah cara bersosialisasi yang bertekanan lebih rendah. Dibandingkan dengan langsung mengajak keluar, membalas Story, menyukai postingan, atau mengirim gambar lucu adalah cara yang lebih mudah untuk memulai interaksi. Bagi sebagian mahasiswa Taiwan, persahabatan tidak dimulai dengan antusiasme yang intens tetapi secara bertahap berkembang dari "saling mengikuti", "membalas Story", "mengambil kelas yang sama", dan "mengerjakan proyek bersama". Jika Anda ingin lebih dekat dengan teman sekelas, Anda tidak harus langsung mengajak mereka keluar. Anda bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti membalas Story, bertanya makan siang apa, bertanya "Kalian mau ke mana setelah kelas?" sepulang sekolah, atau secara proaktif mengatakan dalam obrolan grup, "Saya bisa bantu bagian ini." Tindakan-tindakan ini mungkin tampak kecil tetapi lebih efektif daripada hanya menunggu undangan. Klub juga merupakan tempat penting bagi mahasiswa internasional untuk bertemu teman-teman Taiwan. Klub musik, klub tari, klub gitar, klub fotografi, klub board game, klub sukarela, klub pertukaran internasional, asosiasi departemen, asosiasi mahasiswa – setiap jenis klub memiliki kegiatan dan lingkaran sosialnya sendiri. Teman sekelas mungkin tidak mengobrol dengan Anda, tetapi di klub, interaksi akan lebih alami karena semua orang memiliki minat yang sama. Namun, budaya klub Taiwan terkadang juga membutuhkan inisiatif. Banyak orang tidak akan langsung menarik Anda ke dalam lingkaran pertemanan mereka pada pertemuan pertama. Ini tidak selalu berarti penolakan, tetapi lebih karena takut terlalu tiba-tiba, takut mengganggu Anda, atau tidak yakin apakah Anda benar-benar ingin berpartisipasi. Dalam kasus seperti itu, Anda dapat bertanya langsung: "Apakah mahasiswa internasional juga bisa bergabung?" "Kapan kegiatan selanjutnya?" atau "Bolehkah saya ikut dengan Anda?" Ini biasanya memberikan hasil yang lebih baik daripada menunggu secara pasif. Mahasiswa universitas Taiwan juga sering "mengajak orang" (揪人). Misalnya: "Mau makan bersama?" "Ada yang mau beli minuman?" "Mau karaoke malam ini?" "Mau jalan-jalan setelah ujian tengah semester?" Di sini, "jū" (揪) berarti mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu bersama. Jika Anda ingin bergabung, Anda bisa langsung berkata, "Saya bisa", "Saya mau pergi", atau "Hitung saya juga". Jika Anda tidak ingin pergi, Anda bisa berkata, "Maaf, hari ini saya tidak bisa" atau "Lain kali saya ikut." Anda tidak perlu selalu setuju, tetapi jika Anda terus-menerus menolak dan tidak pernah memulai ajakan sendiri, orang lain mungkin menganggap Anda tidak terlalu tertarik untuk berpartisipasi. Saat pertama kali berinteraksi dengan teman sekelas Taiwan, Anda mungkin merasa mereka agak lambat untuk hangat. Beberapa orang mungkin tidak terlalu antusias saat pertama kali bertemu, juga tidak selalu menanyakan banyak pertanyaan pribadi. Ini tidak berarti mereka tidak ramah; hanya saja mahasiswa Taiwan terkadang takut canggung dan khawatir menanyakan hal-hal yang mungkin membuat Anda tidak nyaman. Oleh karena itu, mahasiswa internasional dapat menyiapkan beberapa topik percakapan yang sederhana namun berguna, seperti: "Apa yang enak dimakan di sekitar sini?" "Apakah kelas ini sangat sulit?" "Klub mana yang Anda rekomendasikan?" atau "Biasanya Anda belajar di mana?" Pertanyaan-pertanyaan ini lebih alami daripada menanyakan hal-hal yang sangat pribadi dan dapat lebih mudah mengarah pada percakapan lebih lanjut. Tentu saja, bahasa gaul dan meme internet juga akan muncul dalam kehidupan kampus. Teman sekelas mungkin mengatakan hal-hal seperti "Saya sangat cemas secara sosial hari ini", "Tolong, laporan ini terlalu sulit", "Saya tidak tahan lagi", "Itu luar biasa", "Punya substansi", "Belum", "Pertahanan saya runtuh", atau "Saya mulai naksir". Jika diterjemahkan secara harfiah, frasa-frasa ini seringkali tidak masuk akal sama sekali. Namun, Anda tidak perlu menghafal semua bahasa gaul. Yang lebih penting adalah memahami bahwa: istilah-istilah ini sering digunakan untuk bercanda, mengekspresikan emosi, atau membangun kedekatan. Jika Anda tidak mengerti, Anda bisa bertanya langsung: "Apa artinya?" Banyak teman sekelas Taiwan bersedia menjelaskan, dan menjelaskan bahasa gaul itu sendiri juga bisa menjadi topik percakapan. Ingat saja, bahasa gaul boleh digunakan untuk mengobrol dengan teman, tetapi tidak pantas dalam situasi formal. Mengatakan "Ini lucu sekali" kepada teman sekelas adalah hal yang wajar, tetapi saat menulis surat kepada dosen, bertanya di kantor departemen, atau memberikan presentasi formal, Anda tetap harus menggunakan bahasa Mandarin standar. Kemampuan untuk membedakan antara "apa yang dapat digunakan di antara teman" dan "apa yang tidak boleh digunakan dalam situasi formal" lebih penting daripada mengetahui banyak istilah gaul. Dcard dan Threads juga dapat membantu Anda memahami pikiran mahasiswa Taiwan. Banyak mahasiswa menggunakan platform ini untuk membaca evaluasi mata kuliah, saran hubungan, pengalaman menyewa, keluhan pekerjaan paruh waktu, stres ujian, atau berita kampus. Namun, komentar online tidak mewakili pemikiran semua orang Taiwan. Beberapa konten sangat informatif, sementara yang lain hanya melampiaskan emosi atau bercanda. Anda bisa membacanya, tetapi jangan menganggapnya sebagai jawaban standar untuk kehidupan universitas di Taiwan. Meskipun kemampuan bahasa tentu penting untuk belajar di Taiwan, sosialisasi kampus tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat kemahiran bahasa Mandarin. Anda perlu belajar secara bertahap: kapan harus membalas pesan, cara mengkonfirmasi pembagian tugas dalam grup, cara menolak undangan dengan sopan, cara berteman melalui kegiatan klub, cara menjaga sedikit interaksi melalui Instagram Stories, dan cara bertanya secara alami ketika Anda tidak mengerti bahasa gaul. Tidak ada salahnya merasa asing pada awalnya; jangan terburu-buru untuk terlihat terlalu "Taiwan" Tampilan Anda. Selama Anda tidak menghilang dari obrolan grup, bersedia berpartisipasi dalam beberapa kegiatan, dan berani bertanya ketika Anda tidak mengerti sesuatu, banyak teman sekelas Taiwan akan secara bertahap menarik Anda ke dalam lingkaran sosial mereka. Suatu hari, ketika Anda mulai mengerti bahwa "jū yīxià" (揪一下) berarti seseorang sedang mengajak orang keluar, Anda tahu ada yang belum menyerahkan pekerjaan ketika melihat "wǎndiǎn bǔ" (晚點補), Anda merasakan perubahan halus dalam suasana obrolan grup ketika mendengar "bù hǎoyìsi wǒ gānggāng cái kàn dào" (不好意思我剛剛才看到), atau bahkan dapat secara alami membalas "Zhēn de jiǎ de?" (真的假的?), Anda mungkin telah secara bertahap memasuki jaringan kehidupan sehari-hari mahasiswa universitas Taiwan.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar