Skip to main content
RtiTalk
BudayaMasuk

Mengapa orang Taiwan selalu mengatakan 'Terima kasih' dan 'Permisi'?

G
Gina23 hari lalu
Saat pertama kali tiba di Taiwan, banyak orang asing memperhatikan bahwa orang Taiwan sering mengatakan 'Terima kasih' (謝謝) dan 'Permisi/Maaf' (不好意思). Saat membeli minuman, Anda mengucapkan terima kasih; saat turun dari taksi, Anda mungkin juga mengucapkan terima kasih. Jika Anda ingin melewati kerumunan, Anda mengucapkan 'Permisi' terlebih dahulu. Saat bertanya arah, meminta bantuan staf toko, atau menyela seseorang, Anda sering memulai dengan 'Permisi'. Kadang-kadang, bahkan ketika itu bukan salah mereka, orang Taiwan tetap akan mengatakan 'Permisi' terlebih dahulu. Saat mendengarnya pertama kali, Anda mungkin merasa aneh: Mengapa terus-menerus berterima kasih? Mengapa terus-menerus meminta maaf? Apakah mereka benar-benar merasa bersalah? Kenyataannya, di Taiwan, 'Terima kasih' dan 'Permisi' seringkali lebih dari sekadar arti harfiah dari rasa syukur dan permintaan maaf. Mereka lebih berfungsi sebagai pelumas untuk interaksi sehari-hari, membuat percakapan lebih lancar, dan menjaga jarak sopan antar individu. Misalnya, 'Permisi' (不好意思) tidak selalu berarti seseorang telah melakukan kesalahan. Ketika Anda ingin bertanya arah, Anda bisa berkata: 'Permisi, bagaimana cara menuju stasiun MRT?' Jika Anda ingin seseorang menyingkir, Anda bisa berkata: 'Permisi, boleh saya lewat?' Jika Anda perlu staf toko membantu mencari ukuran, mengonfirmasi harga, atau mengulang sesuatu, Anda juga bisa memulai dengan: 'Permisi, saya ingin bertanya...' Di sini, 'Permisi' lebih dekat artinya dengan 'Boleh saya mengganggu Anda sebentar?' Ini membuat permintaan terdengar tidak terlalu tiba-tiba dan tidak seperti perintah. Bagi pembelajar bahasa Mandarin, ini adalah frasa pembuka yang sangat praktis. 'Terima kasih' (謝謝) juga serupa. Orang Taiwan tidak selalu mengucapkan terima kasih karena orang lain telah melakukan sesuatu yang besar. Terkadang, itu hanya staf toko yang menyerahkan minuman Anda, sopir yang mengantar Anda ke tujuan, orang yang lewat yang memberi Anda arah, atau seseorang yang menahan pintu untuk Anda. Anda bisa mengucapkan terima kasih untuk semua ini. Ucapan 'terima kasih' semacam ini terkadang berfungsi untuk mengakhiri interaksi kecil. Ini menandakan: 'Saya telah menerima bantuan Anda, dan saya menghargai interaksi ini.' Bahkan untuk hal-hal yang sangat kecil, mengucapkan terima kasih di Taiwan biasanya tidak dianggap berlebihan; sebaliknya, itu membuat Anda tampak sopan. Dalam situasi layanan, kedua frasa ini muncul lebih sering. Jika suatu barang habis, staf toko mungkin berkata: 'Permisi, barang ini saat ini tidak tersedia.' Jika mesin kasir lambat, staf mungkin berkata: 'Permisi, mohon tunggu sebentar.' Jika pelanggan tidak mendengar dengan jelas, staf mungkin berkata: 'Permisi, izinkan saya mengulanginya untuk Anda.' Ini tidak selalu berarti staf membuat kesalahan besar, tetapi lebih membuat nada layanan terdengar lebih sopan. Pelanggan juga dapat merespons dengan cara yang sama, misalnya: 'Permisi, bolehkah saya minta kantong?' atau 'Permisi, saya ingin mengubahnya menjadi dingin.' Dibandingkan dengan mengatakan langsung 'Saya mau kantong' atau 'Saya mau yang dingin', ini terdengar jauh lebih lembut. Saat menolak seseorang, 'Permisi' juga sangat berguna. Di Taiwan, mengatakan 'Tidak' secara langsung terkadang bisa terdengar terlalu kasar. Ketika menghadapi tawaran penjualan, survei, undangan, atau permintaan yang tidak ingin Anda terima, banyak orang akan berkata: 'Permisi, saya tidak perlu, terima kasih.' atau 'Permisi, hari ini saya sibuk.' Ini bukan tentang kurangnya ketegasan, tetapi cara yang lebih lembut untuk menolak. Bagi orang asing, frasa ini sangat praktis karena jelas tanpa terlalu blak-blakan. Namun, jika Anda benar-benar tidak menginginkannya, sebaiknya jangan hanya mengatakan 'Permisi'; menambahkan 'Saya tidak perlu, terima kasih' atau 'Saya lewat dulu' akan membuat niat Anda lebih jelas. Penggunaan frasa sopan ini yang sering oleh orang Taiwan juga terkait dengan kebiasaan mereka menghindari kecanggungan dan konflik. Banyak orang Taiwan lebih suka tidak terlalu langsung pada awalnya ketika berinteraksi dengan orang asing, orang tua, guru, staf toko, atau kolega yang tidak dikenal. Memulai dengan 'Permisi' dapat meredakan suasana; mengakhiri dengan 'Terima kasih' memberikan penutup yang nyaman untuk interaksi tersebut. Namun, 'Permisi' bukanlah solusi mujarab. Jika Anda benar-benar menabrak seseorang, merusak properti mereka, terlambat signifikan, atau menyebabkan kerugian yang jelas bagi mereka, Anda tidak bisa begitu saja mengabaikannya dengan ucapan 'Permisi' yang ringan. Dalam kasus seperti itu, lebih tepat untuk mengatakan 'Maaf' (對不起) atau 'Saya benar-benar minta maaf' (真的很抱歉) dan menjelaskan bagaimana Anda akan menebusnya. Singkatnya: Untuk gangguan kecil, permintaan kecil, atau pengingat lembut, Anda bisa mengatakan 'Permisi' (不好意思). Jika Anda benar-benar menyebabkan masalah atau kerugian, Anda harus mengatakan 'Maaf' (對不起) atau 'Mohon maaf' (抱歉). Ketika menerima bantuan, layanan, atau kebaikan, Anda bisa mengatakan 'Terima kasih' (謝謝). Jika Anda baru tiba di Taiwan dan tidak yakin bagaimana memulainya, Anda bisa menghafal beberapa frasa aman. Saat bertanya arah: 'Permisi, bagaimana cara menuju stasiun MRT di sini?' Saat meminta jalan: 'Permisi, bolehkah saya lewat?' Saat menolak tawaran penjualan: 'Permisi, saya tidak perlu, terima kasih.' Saat meminta bantuan staf toko: 'Permisi, bisakah Anda memeriksanya untuk saya?' Saat menerima bantuan: 'Terima kasih.' Frasa-frasa ini tidak sulit tetapi sangat praktis di Taiwan. Seringkali, bahasa Mandarin Anda tidak perlu sempurna; selama Anda menggunakan ungkapan sopan ini dengan benar, orang biasanya akan merasa bahwa Anda menghormati cara interaksi mereka. 'Terima kasih' dan 'Permisi' mungkin tampak seperti frasa bahasa Mandarin yang sederhana, tetapi mereka mewujudkan norma komunikasi interpersonal yang penting dalam kehidupan sehari-hari di Taiwan. 'Permisi' dapat membuat permintaan tidak terlalu tiba-tiba; 'Terima kasih' dapat memberikan akhir yang baik untuk sebuah interaksi. Oleh karena itu, hidup di Taiwan tidak hanya tentang belajar menerjemahkan kedua frasa ini, tetapi secara bertahap memahami kapan harus menggunakannya, dengan nada apa, dan bagaimana mereka membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih sopan dan lembut.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar

Mengapa orang Taiwan selalu mengatakan 'Terima kasih' dan 'Permisi'? | RtiTalk