Skip to main content
RtiTalk

[Internasional] Presiden Myanmar Akan Kunjungi Thailand untuk Forum Bisnis, Pemimpin Kedua Negara Fokus pada Pembangunan Kerja Sama

RtiTalk 小編
RtiTalk 小編19 hari lalu
Presiden Myanmar Min Aung Hlaing akan melakukan kunjungan resmi ke Thailand pada tanggal 6 hingga 7 atas undangan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, dan akan menghadiri Forum Bisnis Thailand-Myanmar 2026. Menurut jadwal yang dirilis oleh pemerintah Thailand, ini akan menjadi kunjungan resmi pertama Min Aung Hlaing ke Thailand sejak menjabat sebagai presiden. Setelah kunjungan ke Laos, India, dan Tiongkok, Min Aung Hlaing melakukan perjalanan luar negeri lagi tahun ini, dijadwalkan mengunjungi Thailand dari tanggal 6 hingga 7 untuk terus mempromosikan kerja sama ekonomi dan keamanan antara Myanmar dan negara-negara tetangganya. Menurut informasi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Thailand, Min Aung Hlaing akan menghadiri Forum Bisnis Thailand-Myanmar 2026 yang diadakan di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC) di Bangkok pada tanggal 6. Forum ini akan dibuka dengan pidato oleh Presiden Asosiasi Persahabatan Thailand-Myanmar Pisanu Suvanajata dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Myanmar (UMFCCI) U Aye Win. Anutin dan Min Aung Hlaing akan menyampaikan pidato utama di forum, diikuti oleh konferensi pers yang diselenggarakan oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow. Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri Thailand, Anutin dan Min Aung Hlaing akan mengadakan pembicaraan bilateral selama kunjungan mereka untuk membahas cara memperdalam kerja sama antara kedua negara guna mempromosikan kepentingan bersama, dan bertukar pandangan tentang kerja sama dalam kerangka ASEAN. Selain itu, Min Aung Hlaing juga akan bertemu dengan penjabat Ketua Parlemen Thailand dan Presiden Senat, serta memimpin upacara pembukaan Forum Bisnis Thailand-Myanmar. Menurut agenda acara, forum juga akan menampilkan tiga diskusi panel pada sore hari, yang mencakup topik-topik seperti menciptakan lingkungan peraturan di Myanmar yang kondusif bagi pembangunan bisnis yang berkelanjutan, membentuk kembali konektivitas Thailand-Myanmar, dan menjajaki industri baru, peluang, dan pertumbuhan untuk kerja sama bisnis bilateral. Sejak militer Myanmar melakukan kudeta pada tahun 2021, menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan umum tahun sebelumnya dan menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, Myanmar telah dilanda konflik nasional, dengan perang saudara terus berkecamuk hingga saat ini. Negara tetangga Thailand memainkan peran penting dalam hubungan luar negeri Myanmar, dan kunjungan Min Aung Hlaing saat ini mendapat perhatian tinggi. (Editor: Liu Xianghua) Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=224196

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar