[Internasional] Pasar Penerbangan Vietnam Lampaui Thailand, Menjadi yang Kedua di ASEAN
RtiTalk 小編17 hari lalu
Taiwan-Thailand Times melaporkan hari ini (6/7) bahwa statistik terbaru yang dirilis oleh OAG, firma analisis data penerbangan Inggris, menunjukkan bahwa kapasitas pasar penerbangan Vietnam pada Juli tahun ini telah melampaui Thailand, menjadi pasar penerbangan terbesar kedua di Asia Tenggara. Vietnam memiliki 7,4 juta kursi pada bulan tersebut, meningkat 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu; sementara Thailand, karena penurunan kapasitas sebesar 3%, turun menjadi 6,9 juta kursi, menempati peringkat ketiga.
Menurut laporan tersebut, Indonesia tetap menjadi pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara, dengan 10,9 juta kursi pada bulan Juli, sedikit meningkat 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Vietnam, dengan permintaan penerbangan yang terus tumbuh dan ekspansi kapasitas, telah melampaui Thailand untuk pertama kalinya, sementara Malaysia dan Filipina masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima.
OAG menunjukkan bahwa penurunan kapasitas pasar penerbangan di Thailand, Malaysia, dan Filipina terutama disebabkan oleh ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, yang menyebabkan kenaikan harga minyak internasional dan peningkatan biaya bahan bakar penerbangan. Akibatnya, maskapai penerbangan telah menyesuaikan tata letak rute dan konfigurasi kapasitas mereka untuk mengurangi biaya operasional.
Dalam hal maskapai, Vietnam Airlines menjadi maskapai terbesar berdasarkan kapasitas di Asia Tenggara pada bulan Juli, menawarkan 2,81 juta kursi pada bulan tersebut, sedikit meningkat 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terus mempertahankan posisi terdepan di kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah total kursi di pasar penerbangan Asia Tenggara pada bulan Juli adalah sekitar 50,4 juta, penurunan 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan tersebut menganalisis bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga bahan bakar, meningkatkan tekanan operasional pada maskapai penerbangan dan menjadi faktor signifikan yang memperlambat pertumbuhan pasar penerbangan regional.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa, dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasional yang terus-menerus, beberapa maskapai penerbangan Asia Tenggara baru-baru ini telah mengurangi beberapa rute internasional untuk mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan efisiensi operasional rute. Industri memperkirakan bahwa kinerja pasar penerbangan di masa depan akan terus dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti harga minyak internasional, situasi geopolitik, dan perubahan permintaan perjalanan. Maskapai penerbangan juga akan terus menyesuaikan konfigurasi kapasitas mereka untuk mempertahankan daya saing pasar dan stabilitas operasional. (Editor: Liu Xianghua)
Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=224632
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
0 orang bereaksi