[Internasional] Presiden Vietnam Bertemu Komandan Pasifik AS, Tegaskan Kembali Kebebasan Navigasi dan Penerbangan
RtiTalk 小編18 hari laluDiedit
Laksamana Samuel Paparo, Komandan Armada Pasifik AS, sedang mengunjungi Vietnam dan bertemu dengan Presiden Vietnam serta Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam pada tanggal 5. Keduanya membahas isu-isu regional dan internasional, menekankan pentingnya kebebasan navigasi dan penerbangan, serta mendukung penyelesaian sengketa secara damai sesuai dengan hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
Sebelumnya, Menteri Angkatan Udara AS Pete Hegseth dan Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao secara berturut-turut mengunjungi Vietnam, menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan adalah pilar penting dalam hubungan bilateral Vietnam-AS. Kedua belah pihak berkomitmen untuk memperdalam kemitraan strategis komprehensif mereka secara substantif dan efektif.
Selama pertemuan, To Lam sangat memuji kerja sama jangka panjang antara Armada Pasifik AS dan Vietnam, menekankan program-program gabungan yang dipimpin AS seperti "Pacific Partnership" dan "Operation Pacific Angel" untuk bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
To Lam menegaskan kembali bahwa Vietnam menganggap AS sebagai salah satu mitra strategis terpenting. Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Presiden AS Donald Trump selama upacara pendirian Komisi Perdamaian pada Februari 2026 dan kembali mengundang Trump untuk mengunjungi Vietnam secara resmi serta menghadiri pertemuan informal para pemimpin Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) tahun 2027.
Pada tanggal 30 Juli, kapal induk bertenaga nuklir AS, USS George Washington, berlabuh di Vietnam. Ini adalah kunjungan keempat sejak berakhirnya Perang Vietnam dan merupakan kunjungan pelabuhan terlama di Vietnam sejak kedua negara memulihkan hubungan diplomatik pada tahun 1995, menandakan transformasi total dalam hubungan antara dua mantan musuh.
Kerja sama pertahanan dan keamanan menjadi poin diskusi utama. To Lam menyambut baik perkembangan positif terbaru dalam hubungan bilateral. Ketika membahas isu-isu regional dan internasional, kedua belah pihak menekankan pentingnya menjaga perdamaian, keamanan, dan keselamatan, serta kebebasan navigasi dan penerbangan, sambil mendukung penyelesaian sengketa secara damai berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS).
Paparo berterima kasih kepada Vietnam karena menjadi salah satu negara pertama yang bergabung dengan inisiatif Komisi Perdamaian. Ia menegaskan kembali penghargaan tinggi AS terhadap hubungannya dengan Vietnam, menekankan visi kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan aman, serta menegaskan kembali komitmen AS untuk memperkuat hubungan dengan ASEAN.
Paparo menyetujui proposal Vietnam untuk lebih memajukan hubungan bilateral dan berjanji bahwa Armada Pasifik AS akan terus bekerja sama erat dengan Vietnam dalam melaksanakan program bantuan kemanusiaan, bantuan bencana, dan pembangunan kapasitas penegakan hukum maritim.
Fokus utama lain dari pertemuan ini adalah perdagangan dan tarif. To Lam menyatakan bahwa, seperti Trump, ia berharap negosiasi perjanjian perdagangan timbal balik dapat segera diselesaikan dan mendesak AS untuk mempercepat investigasi Pasal 301.
"Tarif Pasal 301" adalah alat hukum yang digunakan AS untuk menghukum "praktik perdagangan yang tidak adil". Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) secara resmi memberlakukan tarif Pasal 301 terhadap 60 ekonomi, termasuk Vietnam, pada 24 Juli, meluncurkan tiga investigasi terpisah terhadap Vietnam terkait kerja paksa, kelebihan kapasitas, dan hak kekayaan intelektual.
Investigasi mengenai kerja paksa telah selesai, yang secara langsung menyebabkan pengenaan tarif tambahan sebesar 12,5% yang berlaku mulai 24 Juli. Investigasi mengenai kelebihan kapasitas dan hak kekayaan intelektual masih berlangsung.
To Lam menyatakan keyakinannya bahwa hubungan Vietnam-AS akan terus berkembang secara stabil dan substantif, berkontribusi pada kemakmuran bersama kawasan Asia-Pasifik.
Lokasi geografis Vietnam yang dekat dengan Tiongkok dan posisinya yang strategis menjadikannya sangat penting bagi geopolitik AS. Vietnam sangat diperlukan baik untuk jalur komersial maupun untuk menahan ekspansi Beijing di Laut Tiongkok Selatan.
Vietnam secara konsisten mengejar kebijakan luar negeri yang hati-hati dan seimbang, terlibat dalam aliansi multilateral dan menghindari memihak dalam konfrontasi biner antara AS dan Tiongkok. Hal ini menjadikannya pelabuhan pilihan bagi angkatan laut banyak negara. Selain kapal perang AS, Vietnam juga telah menyambut kapal angkatan laut dari Tiongkok, Rusia, India, Australia, Jepang, dan Indonesia. (Editor: Chen Wen-wei)
Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=224675
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
0 orang bereaksi