[Keuangan] Turis Indonesia Terus Bertambah, Taiwan Promosikan Pariwisata Ramah Muslim untuk Tingkatkan Daya Tarik
RtiTalk 小編10 hari lalu
Kedatangan wisatawan Indonesia ke Taiwan terus meningkat. Lin Wen-chun, Direktur Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Surabaya, menyatakan bahwa hingga saat ini tahun ini, sekitar 220.000 orang Indonesia telah mengunjungi Taiwan, meningkat sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan pemulihan pasar pariwisata Indonesia ke Taiwan yang berkelanjutan.
Untuk memperluas pasar pariwisata Indonesia, Badan Pariwisata Kementerian Perhubungan, yang ditugaskan oleh Asosiasi Pengunjung Taiwan, menyelenggarakan acara promosi pariwisata Taiwan di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, pada tanggal 12. Acara ini mengundang operator pariwisata lokal dan perwakilan media untuk berpartisipasi, dengan harapan dapat memperdalam pemahaman mereka tentang Taiwan sebagai tujuan wisata melalui pertukaran industri dan liputan media.
Pergeseran dari Pekerjaan dan Bisnis ke Pariwisata: Peningkatan Wisatawan Indonesia
Menurut statistik Badan Pariwisata, pada tahun 2025, pengunjung Indonesia ke Taiwan mencapai 235.148 orang, meningkat 4,75% dibandingkan tahun 2024. Pasar pariwisata keluar secara keseluruhan di Indonesia juga pulih, dengan 9.165.894 wisatawan keluar pada tahun 2025, meningkat 2,39% dibandingkan tahun 2024.
Lin Wen-chun mengatakan dalam wawancara dengan CNA bahwa dalam beberapa tahun terakhir, citra Taiwan di kalangan masyarakat Indonesia secara bertahap bergeser dari pekerjaan dan bisnis ke pariwisata keluarga. Ia menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan harga di Taiwan relatif stabil, dan media arus utama Indonesia umumnya menganggap Taiwan sebagai tujuan wisata yang hemat biaya, mendorong pertumbuhan pariwisata ke Taiwan.
Pariwisata Ramah Muslim dan Visa yang Lebih Mudah ke Taiwan
Chou Shih-pi, Direktur Pusat Layanan Pariwisata Taiwan di Jakarta, menyatakan dalam pidatonya bahwa menciptakan lingkungan pariwisata yang ramah Muslim adalah tugas penting bagi Taiwan dalam memperluas pasar pariwisata Indonesia. Taiwan akan terus menambah jumlah restoran bersertifikat Halal, hotel ramah Muslim, dan fasilitas ibadah untuk meningkatkan kemudahan bagi wisatawan Muslim yang mengunjungi Taiwan.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan, biaya visa dan langkah-langkah kemudahan juga menarik perhatian. Lin Wen-chun, Direktur Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Surabaya, mencatat bahwa biaya visa umum untuk tinggal di Taiwan tetap sebesar US$50 (sekitar NT$1.613). Penyesuaian biaya aplikasi baru-baru ini yang dihargai dalam Rupiah Indonesia terutama mencerminkan fluktuasi nilai tukar dan memiliki dampak terbatas pada total biaya perjalanan dibandingkan dengan tiket pesawat, akomodasi, dan biaya perjalanan lainnya ke Taiwan.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri dan Badan Pariwisata bekerja sama dalam "Proyek Guang Hong", yang memungkinkan kelompok wisatawan Indonesia yang memenuhi syarat untuk memperpendek waktu aplikasi mereka melalui langkah-langkah kemudahan visa kelompok. Warga negara Indonesia yang memenuhi syarat juga dapat mengajukan permohonan online untuk Sertifikat Otorisasi Perjalanan (Travel Authorization Certificate, TAC), membuat perjalanan ke Taiwan lebih mudah.
Kegiatan promosi pariwisata Taiwan dijadwalkan akan pindah ke Lippo Mall Puri di Jakarta dari tanggal 14 hingga 16 untuk menyelenggarakan pameran dagang pariwisata Taiwan. Sementara acara di Surabaya berfokus pada pertukaran dan kerja sama industri, acara di Jakarta ditujukan untuk konsumen umum. Melalui area pameran bertema Taiwan, kegiatan interaktif, dan pameran informasi pariwisata, acara ini bertujuan untuk menjangkau penduduk setempat dan terus memperluas pasar pariwisata Taiwan. (Editor: Liu Hsiang-hua)
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
0 orang bereaksi