Skip to main content
RtiTalk

[Gaya Hidup] Taiwan Beats ke Indonesia, Membuka Jalan bagi 'Gelombang Taiwan'

RtiTalk 小編
RtiTalk 小編2 jam lalu
Musik populer Taiwan kembali merambah Asia Tenggara! Kelompok pertukaran bisnis "Taiwan Beats" Indonesia, yang diselenggarakan oleh Biro Pengembangan Industri Audiovisual dan Musik Kementerian Kebudayaan, berangkat hari ini (21/8). Dipimpin oleh Tom Shu-Jung Tang, Ketua Greener Grass Production, delegasi yang beranggotakan hampir 40 orang akan melakukan kunjungan selama 5 hari, melakukan perjalanan dari Bali ke Jakarta. Selain bertemu dengan para profesional industri musik dan label rekaman setempat, musisi Taiwan Managona dan LINION juga akan tampil, mencari peluang kolaborasi baru antara Taiwan dan Indonesia. Biro Pengembangan Industri Audiovisual dan Musik menargetkan pasar Asia Tenggara dan akan meluncurkan "Rencana Ekspansi Musik Pop ke Pasar Asia Tenggara" selama dua tahun pada tahun 2025. Pasar target utama adalah Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina. Rencana ini bertujuan untuk beralih dari upaya individu dan sebaliknya mendorong "kerja tim" untuk membantu musisi dan pelaku industri Taiwan berekspansi ke pasar lokal. Tahun lalu, perhentian pertama adalah Thailand; tahun ini, perhentian kedua berfokus pada Indonesia, negara dengan populasi besar dan pasar musik yang signifikan. "Kelompok Pertukaran Bisnis Taiwan Beats Indonesia 2026" akan berkunjung dari tanggal 21 hingga 25 Agustus. Delegasi yang beranggotakan hampir 40 orang ini mencakup berbagai bidang, termasuk kurasi festival musik, perusahaan manajemen, label rekaman, dan pembuat video musik. Mereka akan tiba di Bali terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke Jakarta untuk mendalami industri musik lokal, memahami lingkungan pasar, dan melakukan pertukaran tatap muka dengan para profesional setempat. Tom Shu-Jung Tang, yang memimpin delegasi bisnis, menyatakan bahwa perjalanan ke Indonesia memiliki tiga tujuan utama, yang pertama adalah "pemahaman pasar". Ia menunjukkan bahwa industri musik Taiwan masih relatif asing bagi Indonesia, tetapi negara ini telah mengumpulkan energi musik yang cukup besar selama bertahun-tahun, menyelenggarakan banyak acara musik setiap tahun, dan menarik banyak artis internasional. Ia percaya bahwa para pelaku industri Taiwan patut mengalaminya secara langsung. Tom Shu-Jung Tang: "(Suara asli) Semua musisi Taiwan seharusnya datang dan mengenal pasar yang luas ini. Dan di sini ada banyak acara musik setiap tahun, dan artis terbaik dunia benar-benar datang ke sini. Karena mereka telah mengumpulkan energi ini selama 20 tahun terakhir, jadi patut untuk datang dan merasakan lingkungan musik mereka." Selain memahami pasar, Tang percaya bahwa membangun hubungan kerja sama yang nyata bahkan lebih penting. Selama kunjungan ini, kelompok pertukaran akan berinteraksi dengan beberapa label musik Indonesia untuk menjajaki kemungkinan kolaborasi lintas negara. Pada saat yang sama, mereka berharap dapat mendorong musisi Taiwan untuk meninjau kembali pasar Indonesia dan berusaha untuk berpartisipasi dalam festival musik lokal dan berbagai acara musik di masa depan, meningkatkan peluang eksposur dan pertunjukan mereka. Kelompok pertukaran kali ini tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga secara langsung membawa musik Taiwan ke Indonesia. Setelah dipilih oleh kurator festival musik dan komite seleksi profesional, duo musisi Managona dan LINION akan mewakili untuk tampil dalam showcase. Tujuannya adalah untuk menggabungkan pertunjukan panggung langsung dengan pertukaran industri, sehingga para profesional Indonesia dapat secara langsung menyaksikan kemampuan kreatif dan pertunjukan musisi Taiwan. Tom Shu-Jung Tang juga berharap perjalanan 5 hari ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga membantu industri musik Taiwan menemukan mitra dan peluang yang sesuai untuk memasuki pasar Indonesia, membuka jalan bagi kolaborasi internasional di masa depan. (Editor: Song Wanyuan)

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar