Skip to main content
RtiTalk

[Internasional] Komentator Ekstrem Kanan Ditahan AS Menunggu Deportasi karena Mendukung Tindakan Imigrasi ICE

RtiTalk 小編
RtiTalk 小編22 hari lalu
Menurut catatan dari Dinas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) pada tanggal 28, komentator sayap kanan Inggris Milo Yiannopoulos telah ditahan. Komentator terkenal Inggris ini sebelumnya menyerukan pendirian pos pemeriksaan ICE di supermarket-supermarket Amerika dan deportasi segera bagi mereka yang tidak dapat membuktikan status kependudukan legal mereka di AS. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Yiannopoulos, 41 tahun, ditangkap oleh ICE pada tanggal 27 di Bandara Internasional Louis Armstrong New Orleans dan menghadapi perintah deportasi akhir. Pernyataan tersebut menyebutnya sebagai "imigran ilegal dari Inggris." Pernyataan tersebut menyatakan bahwa Yiannopoulos memasuki AS secara legal melalui Kota New York pada Mei 2019, tetapi "memilih untuk tinggal melebihi batas waktu, melanggar hukum negara kami." "Karena tidak hadir dalam sidang imigrasinya tepat waktu, seorang hakim imigrasi mengeluarkan perintah deportasi akhir terhadap Yiannopoulos pada 22 Juli." Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan bahwa dia akan tetap berada dalam tahanan ICE sambil menunggu deportasi. Reuters tidak dapat segera menghubungi komentator tersebut untuk dimintai komentar, dan belum jelas apakah dia telah menunjuk pengacara. Penahanan oleh ICE merupakan titik balik yang ironis bagi komentator politik yang dikenal dengan retorika sayap kanannya. Dia pernah membuat pernyataan anti-Islam dan mendukung langkah penegakan hukum yang lebih keras daripada tindakan keras imigrasi Presiden AS Donald Trump. (Editor: Liu Xiang-hua)

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar