Skip to main content
RtiTalk
SastraMasuk

Pilihan EditorPanduan Hidup

🎓 [Mimpi Belajar yang Tak Pernah Menyerah Selama 8 Tahun] Imigran Baru Indonesia Berusia 48 Tahun Lulus Universitas Terbuka! Mendampingi Tumbuh Kembang Anak, Mengatasi Hambatan Bahasa, Membuktikan 'Belajar Tidak Pernah Terlambat'

RtiTalk 小編
RtiTalk 小編3 hari laluDiedit
“Ingin memperkaya diri, belajar kapan saja tidak ada kata terlambat!” Pusat Pembelajaran Taitung Universitas Terbuka Nasional (Radio Taiwan International - RTI) baru-baru ini mengadakan upacara wisuda, di mana 25 lulusan berhasil menyelesaikan studi mereka dengan restu dari guru, orang tua, dan teman. Di antara para lulusan ini, kisah Lin Buwandi, seorang imigran baru berusia 48 tahun dari Indonesia, yang akhirnya mewujudkan mimpinya setelah 8 tahun upaya tak kenal lelah, dan kisah Zhong Ni-ying, seorang pekerja perawatan rumah tangga yang kembali kuliah di usia hampir 40 tahun, menyentuh semua orang yang hadir. 🇮🇩 Imigran Baru Indonesia Lin Buwandi: 8 Tahun Ketekunan Melintasi Bahasa dan Waktu Perkawinan Lintas Negara dan Tantangan Belajar: Lin Buwandi, yang menikah dan pindah ke Taitung dari Indonesia bertahun-tahun lalu, memutuskan untuk mengejar pendidikan universitas guna meningkatkan kemampuan bahasa Mandarinnya dan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Menyeimbangkan Keluarga dan Studi: Selama 8 tahun, ia menghadapi tekanan ganda dari hambatan bahasa Mandarin, perawatan keluarga, dan tekanan hidup sehari-hari, namun ia tidak pernah menyerah, menyelesaikan kreditnya selangkah demi selangkah. Ikatan Keluarga yang Mendalam: Bahkan suaminya, yang mendampinginya sepanjang perjalanan, merasa sangat mengagumi kegigihannya. Lin Buwandi tersenyum dan berkata bahwa bisa tumbuh bersama anak-anaknya dan terus berkembang membuat semua kesulitan selama 8 tahun ini sangat berharga. 👵 Pekerja Perawatan Rumah Tangga Usia 40 Tahun Zhong Ni-ying: Kembali Memegang Buku Demi Profesionalisme dan Anak-anak Pemberdayaan Profesional Karir: Sebagai penyedia layanan perawatan rumah tangga garis depan, Zhong Ni-ying memilih untuk kembali ke sekolah di usia hampir 40 tahun untuk memperdalam pengetahuan profesionalnya di bidang kesejahteraan sosial. Teladan Keluarga Terindah: Ia dengan gembira mengumumkan kepada kedua anaknya, “Ibu juga akan kuliah!” Kini, di upacara wisuda, ia memeluk dan berfoto bersama anak-anaknya, menafsirkan nilai hangat dari “hidup untuk belajar, belajar untuk hidup” melalui pengalaman pribadinya. 💡 Contoh Nyata Pembelajaran Seumur Hidup: Kapan Saja Memulai Tidak Ada Kata Terlambat Direktur Pusat Pembelajaran Taitung dalam pidatonya berbagi bahwa ia sendiri baru mulai mengejar gelar doktor di usia 50-an. Ia secara khusus mendorong semua orang untuk tidak dibatasi oleh usia, pekerjaan, atau keluarga: “Selama ada tujuan di hati, kapan saja memulai belajar tidak ada kata terlambat!” 💡 Catatan Editor: Mimpi tidak memiliki batas waktu, belajar pun tidak memiliki batasan usia. Baik untuk peningkatan diri, transisi karir, atau mendampingi keluarga, selama Anda bersedia mengambil langkah pertama, perjalanan terpanjang pun dapat membawa Anda pada momen kejayaan kelulusan Anda sendiri. 🗣️ Waktu Diskusi untuk Pembaca Radio Taiwan International (RTI) Talk: Setelah membaca kisah kedua wanita pemberani yang mengejar impian ini, apakah itu membangkitkan mimpi belajar yang telah lama terpendam di hati Anda? Baik itu belajar bahasa, mengembangkan keahlian baru, atau kembali ke sekolah, kapan Anda paling ingin memulai tantangan baru Anda berikutnya? Selamat berkomentar di bawah untuk berbagi dengan kami! 👇
🎓 【八年不放棄的求學夢】48 歲印尼新住民空大畢業!陪伴孩子成長、克服語言障礙,證明「學習永遠不晚」

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

3 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar