Skip to main content
RtiTalk

[Internasional] Taiwan Peringkat Keenam Investasi Asing di Thailand, Kerja Sama Semikonduktor Semakin Dalam

RtiTalk 小編
RtiTalk 小編20 hari lalu
Taipei Times melaporkan hari ini (31) bahwa antusiasme perusahaan Taiwan untuk berinvestasi di Thailand terus meningkat. Peter Lan, Perwakilan Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Thailand, menyatakan bahwa Thailand adalah mitra ekonomi penting bagi Taiwan, dan masih ada ruang untuk memperdalam kerja sama antara kedua belah pihak dalam industri semikonduktor dan teknologi tinggi lainnya. Pada tahun 2025, Taiwan telah menjadi sumber investasi langsung asing (FDI) terbesar keenam di Thailand, dengan nilai investasi melebihi 29 miliar Baht Thailand (setara dengan 27,7 miliar Dolar Taiwan Baru). Nilai perdagangan bilateral antara Taiwan dan Thailand mendekati 20 miliar Dolar AS, menunjukkan perluasan berkelanjutan dari hubungan ekonomi dan rantai industri antara kedua belah pihak. Lan menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan Taiwan yang menunjukkan minat untuk berinvestasi di Thailand, dan industri semikonduktor serta teknologi tinggi diharapkan menjadi area kerja sama penting di masa depan. Namun, bagaimana Thailand memposisikan arah pengembangan industrinya dan apakah pemerintah dapat mengusulkan kebijakan yang jelas akan secara langsung memengaruhi industri dan proyek di mana kedua belah pihak dapat bekerja sama lebih lanjut. Setelah puluhan tahun berinvestasi, Taiwan kini telah menjadi salah satu basis manufaktur semikonduktor terpenting di dunia. Lan menyatakan bahwa industri semikonduktor Taiwan tidak hanya dikembangkan oleh perusahaan, tetapi merupakan hasil dari investasi bersama jangka panjang oleh pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga penelitian, yang mengintegrasikan talenta teknik dan sumber daya R&D untuk secara bertahap membangun kemampuan industri yang komprehensif. Dia menunjukkan bahwa Thailand telah menetapkan semikonduktor dan industri teknologi tinggi lainnya sebagai arah pengembangan penting di masa depan, sehingga ada dasar kerja sama antara kedua belah pihak. Namun, Thailand perlu terlebih dahulu menetapkan posisi industri dan arah kebijakan yang jelas untuk selanjutnya mengidentifikasi bidang yang paling cocok untuk kerja sama Taiwan-Thailand. Dia juga menekankan bahwa komunikasi dan diskusi yang berkelanjutan adalah syarat penting untuk memperluas kerja sama di masa depan, dan Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Thailand bersedia untuk menjaga saluran dialog. Menurut data yang dikutip oleh Lan, pada tahun 2025, Taiwan adalah sumber investasi langsung asing terbesar keenam di Thailand, dengan nilai investasi melebihi 29 miliar Baht Thailand. Pada tahun yang sama, nilai perdagangan bilateral Taiwan-Thailand mendekati 20 miliar Dolar AS, setara dengan 662 miliar Baht Thailand, mencerminkan fondasi ekonomi dan perdagangan yang cukup besar yang telah dibangun oleh kedua belah pihak. Selain investasi dan perdagangan, pertukaran orang antara kedua belah pihak juga sangat erat. Saat ini, lebih dari 200.000 warga Taiwan tinggal dan bekerja di Thailand, membentuk basis komunitas yang terakumulasi dari berbagai gelombang bisnis Taiwan yang berinvestasi di Thailand. Pertukaran pariwisata dan tenaga kerja juga menjadi pilar penting dalam hubungan Taiwan-Thailand. Lan menyatakan bahwa wisatawan Thailand saat ini merupakan sumber turis terbesar kedelapan bagi Taiwan, sementara Taiwan adalah tujuan utama bagi para pekerja migran Thailand, menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara kedua belah pihak telah meluas dari investasi perusahaan ke pariwisata, ketenagakerjaan, dan pertukaran antar masyarakat. Pentingnya kerja sama teknologi juga terus meningkat. Lan menunjukkan bahwa Taiwan saat ini merupakan sumber impor terbesar peralatan dan bahan terkait kecerdasan buatan dari luar negeri bagi Thailand. Seiring Thailand secara aktif membangun ekosistem industri kecerdasan buatan dan teknologi tinggi, peran Taiwan dalam rantai pasokan terkait diharapkan akan semakin penting. Dia menyatakan bahwa dasar kerja sama yang ada antara Taiwan dan Thailand mencakup investasi, perdagangan, teknologi, pendidikan, dan pertukaran antar masyarakat. Di masa depan, mereka berharap dapat terus bekerja sama dengan mitra di berbagai bidang seperti pemerintah Thailand, universitas, dan perusahaan. Mengenai pertukaran Taiwan-Thailand, Lan menekankan bahwa kerja sama ekonomi dan budaya adalah arah pengembangan penting bagi kedua belah pihak dan dapat terus berfungsi sebagai dasar untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama. Di tengah restrukturisasi berkelanjutan dari rantai pasokan semikonduktor dan kecerdasan buatan global, Thailand secara aktif mencari investasi industri teknologi tinggi, sementara Taiwan memiliki rantai pasokan manufaktur semikonduktor dan teknologi yang matang. Kejelasan posisi kebijakan Thailand di masa depan, lingkungan investasi, dan mekanisme komunikasi bilateral akan menjadi indikator penting bagi perusahaan Taiwan untuk memperluas penempatan mereka dan kerja sama teknologi tinggi Taiwan-Thailand. (Editor: Song Wanyuan) Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=229227

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar