[Internasional] Menangkal Agresi, Memperkuat Pertahanan: Indonesia, AS, dan Sejumlah Negara Gelar Latihan Militer Gabungan
RtiTalk 小編19 hari lalu
Indonesia, Amerika Serikat, dan lebih dari selusin sekutu hari ini (31) meluncurkan latihan militer gabungan tahunan mereka untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan "menangkal" "tindakan agresi" di kawasan Asia-Pasifik.
Menurut Agence France-Presse, pemerintah Jakarta mempertahankan kebijakan luar negeri tidak memihak yang "independen dan aktif", dengan hati-hati menyeimbangkan pendekatan diplomatiknya untuk mencari hubungan baik dengan Washington dan Beijing.
Negara Asia Tenggara ini bulan ini mengadakan latihan maritim gabungan dengan Tiongkok, latihan yang dikecam oleh Taiwan sebagai "provokatif".
Selama hampir dua dekade, Indonesia, AS, dan beberapa sekutu telah berpartisipasi dalam latihan militer tahunan yang dikenal sebagai "Super Garuda Shield".
Latihan tahun ini akan mengerahkan 4.700 personel militer dari negara-negara termasuk Inggris, Prancis, dan Jepang, melakukan latihan di berbagai lokasi seperti Sumatra dan Kalimantan, dan akan berlangsung hingga 11 September. Timor Leste, Italia, Thailand, dan negara lain telah mengirim pengamat.
Komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS, Patrick J. Ellis, menyatakan bahwa latihan ini sangat penting untuk "membangun arsitektur manusia untuk menjaga keamanan Indo-Pasifik".
Latihan tersebut secara resmi dimulai di Bandung, sebelah timur Jakarta, di mana ia mengatakan di sebuah sekolah militer setempat, "Situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik cukup kompleks, dan kita tidak bisa menunggu sampai krisis meletus untuk tiba-tiba meningkatkan kesiapan kita."
Ellis menambahkan bahwa latihan tersebut akan mencakup pelatihan infiltrasi pasukan khusus dan latihan pertahanan siber.
Pada bulan April, Indonesia meningkatkan kerja sama pertahanannya dengan Amerika Serikat menjadi "Kemitraan Pertahanan Strategis". Ellis menyatakan hari ini bahwa hal ini menunjukkan bahwa negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini adalah "pilar penting stabilitas regional".
Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Tiongkok mengunjungi Indonesia bulan ini, mengadakan pembicaraan dengan pejabat Indonesia dan sepakat untuk memperkuat kerja sama politik dan militer.
Akhir tahun ini, kedua negara akan mengadakan latihan militer gabungan dengan kode nama "Heping Garuda", latihan rutin yang berfokus pada bantuan kemanusiaan, bantuan bencana, dan kerja sama militer.
Tahun lalu, Indonesia bergabung dengan organisasi negara-negara berkembang BRICS, yang mencakup Rusia dan Tiongkok. Namun, Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga menandatangani perjanjian perdagangan dengan Presiden AS Trump dan bergabung dengan apa yang disebutnya "Dewan Perdamaian" (Board of Peace). (Editor: Song Wanyuan)
Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=229287
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
0 orang bereaksi